Minggu, 26 Februari 2017

Pameran Tunggal Kaligrafi Surealistik Di UIN Alauddin

id uin alauddin, kaligrafi surealistik
Pameran Tunggal Kaligrafi Surealistik Di UIN Alauddin
Pameran tunggal Kaligrafi Surealistik di Gedung Training Center UIN Makassar, Sulawesi Selatan, 9 hingga 15 Januari 2017. (FOTO/Dokumentasi)
"Saya menempuh jalur kaligrafi Islam dalam berkarya seni rupa...
Makassar (Antara Sulbar) - Prof Dr Abd Azis Ahmad Mpd bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar menggelar Pameran Tunggal Kaligrafi Surealistik di Gedung Training Center UIN Makassar, Sulawesi Selatan, 9 hingga 15 Januari 2017.

Prof Dr Abd Azis Ahmad di Makassar, Rabu, menyatakan untuk pameran tunggalnya kali ini memilih mengangkat konsep kaligrafi sebagai media dakwah.

"Saya menempuh jalur kaligrafi Islam dalam berkarya seni rupa, diniatkan sebagai peran serta dalam mengembangkan media dakwah Islamiyah," kata pria yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain UNM tersebut.

Prof kelahiran 4 April 1955 di Paria Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan itu sendiri memiliki karya yang unik. Sebab Ia menggoreskan huruf arab dengan bebas tanpa terikat satu kaidah tulisan arab baku.

Tidak hanya itu, karyanya dapat dikenali dengan bentuk-bentuk satwa, fauna dan flora yang penggambarannya tidak lazim seperti pada objek benda aslinya sebagai latar belakang lukisannya.

Teknik yang digunakan yaitu pena rotring dengan tinta hitam atau cat air di atas kertas di samping itu karya lainnya menggunakan cat minyak dan acrylic di atas kanvas. Hal ini juga sebagai upaya integrasi secara harmonis dengan berbagai aksara, mislanya aksara arab, aksara latin atau aksara lontara.

"Terkadang muncul dalam bentuk yang tidak merujuk pada objeknya dan terkadang menyerupai makhluk aneh," papar Alumnus S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ Jakarta itu.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr Musafir Pabbabari, MSi mengatakan ilmu kesenirupaan yang dikolaborasikan dengan keterampilannya menulis kaligrafi, melahirkan gaya yang khas dan unik yang oleh kritikus seni menyebutnya sebagai kaligrafi surealistik.

"Seperti yang dapat kita saksikan 50 judul karyanya dalam pameran tunggal ke-12 ini,"ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa karya Abd. Azis memang berbeda dengan lazimnya bila kita mengunjungi sebuah pameran lukisan kaligrafi. Maka yang terbayang dipelupuk mata adalah sebuah lukisan yang sarat dengan ayat-ayat Al- qur`an atau Hadits.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga